Nilai-Nilai Pendidikan Ekonomi Keluarga Dalam Meningkatkan Literasi Ekonomi
DOI:
https://doi.org/10.23960/jee.v10i2.92-102Keywords:
economic literacy, family economic education values, MSME, parenting styleAbstract
Artikel ini mengkaji bagaimana nilai-nilai pendidikan ekonomi ditanamkan oleh orang tua pemilik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ayam geprek kepada anak sebagai upaya meningkatkan literasi ekonomi keluarga di Kelurahan Kampung Baru, Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Lima informan dipilih secara purposive dengan kriteria telah menjalankan usaha minimal tiga tahun dan memiliki anak berusia sekurang-kurangnya 13 tahun. Data dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai pendidikan ekonomi berlangsung melalui enam jalur, yaitu pengenalan uang dan pemberian uang saku, keteladanan dalam menabung dan hidup hemat, kedisiplinan mengelola pengeluaran, pelibatan anak dalam kegiatan usaha, penerapan literasi ekonomi dan manajemen keuangan, serta pola asuh demokratis yang memberi ruang komunikasi dan perhatian kepada anak. Meskipun keenam nilai tersebut sudah diterapkan secara konsisten, tingkat literasi ekonomi keluarga informan secara umum masih berada pada kategori less literate hingga sufficient literate karena pencatatan keuangan belum dilakukan secara tertib dan berkelanjutan. Temuan ini menegaskan pentingnya pendampingan literasi keuangan bagi pelaku UMKM berbasis keluarga agar pengelolaan keuangan usaha dan rumah tangga berjalan lebih optimal.

